StudentLife – Aktualisasi Diri dalam Kegiatan Organisasi

14101985_1071049966282151_923088580_n(1)

Pada hari ini, Sabtu, 27 Agustus 2016, sekolah saya mengadakan ‘Fit and Proper Test’ untuk menguji bakal calon ketua dan wakil ketua OSIS, yang berarti masa kepengurusan yang saya jalani bersama teman-teman akan berakhir. Selanjutnya akan kami serahkan kepada penerus yang akan melanjutkan ‘petualangan’ organisasi ini.

Harus saya akui, sebelum saya berorganisasi saya adalah seorang pemalu. Namun, berkat organisasi saya menjadi seorang pemalu yang berorganisasi. Kurang lebih seperti itu. Banyak pengalaman pribadi yang saya dapatkan selama masa kepengurusan. Seperti dihadapkan dengan berbagai situasi dan kondisi, kadang juga sial, bertemu orang-orang hebat, dan belajar dari karakter buruk orang lainnya.

Saya mencoba membayangkan apa jadinya saya jika tidak berorganisasi. Dengan dasar pribadi yang pemalu dan kecenderungan untuk sendirian (introvert), saya akan menjadi orang yang terkekang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman dan tidak akan mengalami ‘Character Development’.

Dalam setiap hal yang kita kerjakan, tentu saja masalah akan datang. Itu adalah hal yang wajar. Justru, dengan dihadapkan berbagai masalah dan berpengalaman dalam mengatasinya, kita bisa menjadi lebih dewasa, berpikir yang rasional, mengontrol emosi, dan belajar bekerja secara profesional. Selalu ada pengalaman dan pembelajaran dalam setiap hal yang baik maupun yang buruk.

Mengenai kepribadian yang introvert, organisasi tak akan mampu mengubah hal tersebut. Karena hal itu adalah identitas, karakteristik, dan jiwa saya. Hanya, berorganisasi membina agar seorang pemalu seperti saya tidak menjadi orang terbelakang. Sehingga siapapun bisa dibina, dilatih, dan diasah kemampuannya untuk bisa menyuarakan aspirasi, menyatakan pendapat, melatih kemampuan sosial, belajar dari pengalaman, dan bekerja dengan profesional.

Organisasi menyediakan wadah untuk itu semua, namun untuk mengambil hikmahnya itu tergantung dari setiap orang yang menjalani. Materi yang diberikan hanya sebagai pengantar, bukan pelajaran yang sesungguhnya (pendapat pribadi). Melainkan, pembinaan diri kita bisa dirasakan dari penerapan dalam kehidupan sehari-hari terhadap hal yang kita lalui dalam berorganisasi.

Contohnya :

  • Ketika dipercaya untuk melakukan tugas tertentu, kita akan belajar tanggung jawab, kecapakapan dalam bekerja, kedisiplinan, dll.
  • Ketika dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang datang silih berganti, kita bisa belajar bagaimana menghadapi masalah tersebut, kita terlatih dalam mengatasi berbagai situasi dan kondisi.
  • Dengan berorganisasi, kita akan bertemu banyak orang dengan berbagai macam karakter. Sebisanya meneladani sifat-sifat terpuji dan menghindari sifat-sifat yang tercela. 1 orang bisa memberi banyak cerita untuk kita simak dan ambil hikmahnya.
  • Belajar toleransi dan kesabaran dari segala cobaan yang dilalui, serta masih banyak lagi yang bisa kita dapatkan.

Namun, kembali lagi saya ingin menekankan hal-hal tersebut sangat bergantung kepada orang yang menjalaninya. Kita tidak akan mendapat manfaat yang maksimal apabila menjalani sesuatu dengan setengah hati.

Menurut saya, yang paling berbahaya adalah ketika seseorang hanya memanfaatkan organisasi untuk sekedar bergaya dan mencari wajah seakan dia tidak punya wajah. Mengapa? Jika tujuan berorganisasi seperti itu, maka hanya tujuan pribadinya yang ingin dicapai, dengan kerja nol dan mendapat banyak wajah untuk dia tempelkan di mukanya. Semoga saja tidak ada pengurus OSIS SMA Negeri 4 Watampone yang seperti itu. Karena jika begitu, manfaat yang didapatkan hanya sekedar yang diniatkan, tidak meresapi makna berorganisasi yang sesungguhnya.

Kembali membahas tentang manfaat organisasi, khususnya yang saya alami secara personal sekaligus berbagi pengalaman kepada pembaca.  Diketahui bahwa seorang Andi Fitrah Insaan adalah seorang pemalu tingkat tinggi. Dengan berorganisasi, saya bisa mengalami self-discovery (baca : penemuan jati diri) karena saya menemukan bahwa jika berbicara tentang hal-hal yang saya gemari atau yang berada dalam lingkup pengetahuan saya, diri ini sama tidak malunya dengan orang-orang lain. Saya akan berbicara panjang lebar tentang hal yang menyangkut minat dan pengetahuan saya.

Pada hari ini, saya membuktikan setidaknya pada diri sendiri bahwa orang pemalu tidak boleh terbelakang. Dalam kegiatan ‘Fit and Proper Test’ yang saya bicarakan di awal teks ini, saya berkesempatan menjadi moderator dalam kegiatan tersebut. Mengarahkan jalannya sesi tanya jawab antara tim penguji dan bakal calon serta tampil di depan umum. Sehingga aktualisasi diri benar-benar terwujud. Saya menjadi seorang yang benar-benar saya. Saya menjadi diri  sesungguhnya dengan kesempatan yang diberikan.

Saya membuat teks ini dengan tujuan untuk memberi motivasi kepada siapapun yang membacanya. Teks ini mengandung pendapat berdasarkan hal-hal yang saya alami selama berorganisasi. Oleh karena itu, pembaca bisa mengambil hikmah dan menutup mata terhadap hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan kepribadian pembaca.

Saya ingin menandai poin penting yang saya rasa perlu diingat.

Bukan organisasi yang membentuk karakter kita, tetapi berorganisasi. Apalah gunanya hanya terdaftar sebagai anggota organisasi tapi tidak meresapi seluruh makna dan menjalani prosesnya? Karena proses yang membentuk dan hasil didapat belakangan.

Sekian dari saya untuk tulisan ini, Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca.

Thanks to : Andi Tenri Ola yang saya suruh memotret.

 

 

 

Advertisements

One thought on “StudentLife – Aktualisasi Diri dalam Kegiatan Organisasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s