SocialThought – Pikirkan Sebelum Kamu Berbuat Curang

SocialThought

Sumber gambar : ini

Mungkin, pada suatu saat dalam hidup kita berada dalam posisi yang amat sulit. Posisi yang membuat kita nyaris menyerah, posisi terdesak yang begitu berat untuk kita tangani. Di situlah ada celah bagi pikiran untuk berbuat curang masuk dan memenuhi kepala kita.

Berbuat curang bisa dianggap sebagai alternatif penyelesaian yang mudah dan menyenangkan. Seperti keberhasilan telah ada dalam genggaman ketika memikirkannya. Baik itu ketika dalam ujian, berkompetisi dengan lawan yang sulit untuk dikalahkan, dan sebagainya.

Pada tulisan kali ini, Andi Itta’s Fantasy ingin mengajak pembaca untuk bersama-sama memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan perbuatan curang, sebelum pembaca melakukannya.

1. Berbuat curang membawa kualitasmu pada tingkat terendah

Benarkah? Kalau menurut saya, hal itu benar. Bagaimana tidak? Pasalnya ketika berbuat curang, kualitas yang terenggut adalah kerja keras. Apalah arti sebuah bakat ketika tidak dibarengi dengan usaha untuk mencapai yang kita inginkan? Curang bisa membuat kita malas. Curang memberi kita rasa aman untuk bisa bersantai ketika dihadapkan dengan situasi penentu (e.g. saat ujian atau lomba) dan pada akhirnya kepercayaan diri akan hilang.

1. Berbuat curang membawa kualitasmu pada tingkat terendah(1)

Curang, membuat kepercayaan dirimu hilang. Apa kamu yakin selanjutnya bisa percaya diri lagi? Pasalnya, sekali coba maka akan ada keyakinan bahwa segala hal yang dihadapi bisa jadi lebih muda secara instan. Kamu akan tergoda untuk melakukannya lagi dan lagi. Ketika curang menjadi sebuah rutinitas, maka kamu akan terjurumus di dalamnya.

1. Berbuat curang membawa kualitasmu pada tingkat terendah(2)

Berbuat curang dan menjadikannya sebagai rutinitas akan membuatmu terjerumus. Kamu akan merasa bahwa curang adalah jalan terbaik untuk melakukan banyak hal. Apa yang terjadi setelah orang berbuat curang? Dia akan berbohong untuk menutupi kecurangannya, dan dia akan berbohong untuk menutupi kebohongan tentang kecurangannya. Begitu seterusnya hingga hidup dalam kepalsuan. Potensi yang kamu miliki akan dilenyapkan oleh ilusi bahwa segalanya bisa jadi lebih mudah dan tidak perlu kerja keras.

1. Berbuat curang membawa kualitasmu pada tingkat terendah(3)

Oke, anggaplah bahwa kecurangan itu telah membawamu menjadi seorang yang sukses. Kamu memperoleh semua yang kamu inginkan. Tapi dalam hatimu, kamu hanyalah seorang yang tidak benar-benar memperoleh semua itu dengan usahamu, kamu merasa hampa dan tidak puas dengan yang kamu raih, dan ketika seseorang bertanya padamu tentang inspirasi kesuksesan, maka lagi-lagi kamu harus berbohong dan mengarang cerita kesuksesan.

1. Berbuat curang membawa kualitasmu pada tingkat terendah(4)

Anggaplah, kamu sukses dengan berbuat curang. Tidakkah kamu memikirkan orang lain yang bekerja keras untuk meraih hal yang sama, tetapi bisa dengan mudah hancur karena kecuranganmu? Kamu bisa berdalih bahwa dunia ini kejam. Tetapi, apa kamu harus jadi orang kejam untuk menakhlukkan dunia? Kalau tidak bisa dengan bakat, maka lakukanlah dengan kerja keras. Kecuali kalau kamu menganggap curang itu bagian dari usaha.

1. Berbuat curang membawa kualitasmu pada tingkat terendah(5)

Percayalah, curang tidak membuat segalanya menjadi lebih mudah. Curang hanya menunda-nunda momen ketika kamu dihadapkan dengan hal sulit, memilih curang, dan saat hal sulit itu terjadi lagi, kamu tidak punya kemampuan dan pengalaman untuk menghadapinya, selain kecurangan yang kamu banggakan. Pada awalnya, kamu adalah orang yang memiliki kemampuan yang tidak memadai, dan berbuat curang menjadikan kamu orang yang tidak memiliki kemampuan (selain curang).

1. Berbuat curang membawa kualitasmu pada tingkat terendah(6)

Berbuat curang, mungkin akan membuatmu senang. Tetapi kesenangan itu akan berakhir begitu saja ketika kamu ketahuan. Kecurangan yang berbelit-belit akan menjadi skandal dan segala yang kamu banggakan akan berakhir. Nilai bagus di rapor tidak akan dipandang ketika mereka mengetahui bahwa kamu memperolehnya dengan cara yang tidak benar. Kebanggaan penggemar padamu sebagai atlet yang andal akan hilang ketika kamu ketahuan menggunakan doping. Kharismamu sebagai pejabat akan runtuh ketika ketahuan mencurangi uang rakyat.

Jadi, sebelum pembaca memutuskan untuk berbuat curang, pertimbangkan dulu hal-hal di atas. Berbuat atau tidak berbuat adalah pilihan dari setiap individu. Tidak ada paksaan maupun larangan, tetapi setidaknya pembaca sekalian mengetahui konsekuensi dari hal tersebut.

Soal dalam perjalanan hidup kita berbeda-beda. Jadi untuk selanjutnya, kembalikan pada individu masing-masing mengenai keputusan tersebut. Tidak ada judgement dari Andi Itta pada kalian apabila berbuat curang pada situasi tertentu, misalnya pembaca ingin mencurangi orang yang ingin merebut harta warisan Anda. Orang seperti itu harus dilawan.

Bagaimana pendapatmu tentang kecurangan? Ada pengalaman unik tentang curang? Feel free to express them in the comment section! Thanks….

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s