BookReview – Looking for Alaska by John Green

Andi Itta's Fantasy

“Itulah misterinya, ya kan? Apakah labirin berarti kematian atau kehidupan? Dia berusaha kabur dari apa–dunia, atau akhir dunia?”

– Alaska Young

LOOKING FOR ALASKA, JOHN GREEN (YOUNG ADULT, CONTEMPORARY FICTION)

VERSI BAHASA INDONESIA, DITERJEMAHKAN OLEH BAROKAH RUZIATI & SEKAR WULANDARI

288 HALAMAN, 20 CM, PENERBIT PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

LIAR, LIBERAL, MENAWAN. Ketiga kata itulah yang saya bayangkan ketika membaca buku Looking for Alaska karya John Green.

Pada novel ini, kita diperkenalkan dengan tokoh Miles Halter, seorang pemuda yang bosan dengan hidupnya yang biasa-biasa saja. Miles yang berasal dari Florida memutuskan untuk bersekolah di Culver Creek, sekolah asrama yang terletak di Alabama dengan tujuan menemukan ‘Kemungkinan Besar’. Singkat cerita hidupnya berubah 180 derajat setelah bersekolah di Culver Creek dan bergaul dengan Chip Martin dan Alaska Young.

Rangkaian alur dalam buku ini disajikan dalam 2 bagian, yaitu Sebelum dan Sesudah. Sebelum dan Sesudah ini adalah hal penting yang akan kita singkap dengan membaca buku ini. Sungguh hal yang mengejutkan ketika saya membaca buku yang awalnya saya anggap sebagai bacaan ringan, ternyata menjadi bacaan yang sarat akan makna dari awal sampai akhir.

Kita diperkenalkan dengan karakter Miles yang sangat jauh dari kesan Gary Stu (karakter sempurna). Kehidupan Miles dan wujudnya sangat jauh dari kesempurnaan. Hal inilah yang membuat cerita menjadi menarik. Kita tidak diperkenalkan dengan sosok tampan menawan dan sempurna dalam segala hal. Membuat kita sebagai pembaca dapat bersimpati dan menempatkan diri dalam posisinya.

Tokoh lain yang menonjol adalah Chip ‘Kolonel’ Martin. Lagi-lagi kita dipertemukan dengan tokoh yang tidak sempurna. Seorang pelajar miskin yang bertubuh mungil dengan sikap yang dewasa. Mungil seakan berkontradiksi dengan dewasa, membuat karakter Kolonel menjadi bagian yang unik dalam cerita ini. Selain itu, tokoh Lara dan Takumi bukan hanya sekedar tokoh sampingan, melainkan tokoh yang kehadiran dan kepribadiannya memberi bumbu tersendiri dalam cerita.

Buku Looking for Alaska tidak akan berarti tanpa seorang tokoh yang bernama Alaska Young. Pada dasarnya, dari awal sampai akhir, buku ini membahas tentang dia dalam cara yang mengagumkan. Hanya saja, dalam budaya Indonesia karakter Alaska akan menjadi tokoh yang kontrovesial. Pasalnya, dia merupakan seorang gadis, namun memiliki kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan melakukan hal-hal jail. Bertentangan dengan paradigma budaya kita yang mengedepankan perempuan sebagai sosok yang sopan dan sederhana.

Sisi menariknya, meskipun dengan karakteristik seperti di atas, bukan hal-hal itulah yang mendefinisikan sosok karakter Alaska. Alaska adalah karakter yang kompleks dan segala keburukan itu memang bagian dari dirinya, tetapi bukan hal yang menjelaskan dirinya secara utuh. Selain keburukan itu, Alaska adalah seorang feminis, setia kawan, misterius, dan penuh kejutan.

Begitupun dengan cerita ini. Kita mungkin mengira bahwa buku ini sama seperti buku-buku romance lainnya yang monoton. Namun buku ini sarat akan makna yang mendalam, jauh lebih besar dari sekadar percintaan remaja. Buku ini membahas arti kehidupan yang disimpulkan oleh remaja yang mengalami kejadian besar dalam hidupnya, yang dihubungkan dengan filsafat agama.

Jadi menurut saya, dalam menyikapi tokoh Alaska, kita tidak perlu memberikan penghakiman betapa buruknya tokoh itu. Cukup saja kita mengetahui hal-hal mana yang pantas diperbuat sebagai makhluk yang berpikir. Dan tanpa memalingkan pandangan dari karakter Alaska, kita bisa memusatkan perhatian pada hal yang ingin disampaikan penulis dalam pembuatan cerita ini. Lagipula, bagaimana menemukan suatu keindahan tanpa ada hal yang buruk?

Karakter yang sederhana namun multidimensional menjadikan cerita ini kuat. Meskipun dengan plot yang sama, tanpa penokohan yang seperti itu buku ini tidak akan berhasil.

Jadi secara singkat, kelebihan buku ini saya paparkan sebagai berikut :

  • Plot twist yang mencengangkan.
  • Tokoh dan karakter yang multidimensional, setiap tokohnya memiliki karakteristik yang membuat cerita tidak akan sama tanpa kehadiran mereka.
  • Keseluruhan cerita yang unik dan jarang ditemui dalam cerita-cerita lain dengan genre sama.
  • Adanya pertanyaan yang jawabannya terungkap dari awal hingga akhir cerita.
  • Bacaan novel yang ringan namun penuh dengan informasi yang menambah wawasan.
  • Pembahasan tentang agama yang universal sehingga kita bisa mengetahui tentang agama lain dari sudut pandang yang cerdas.

Maka dari itu, buku cocok untuk Anda yang :

  • Ingin bacaan menarik dalam bentuk novel young adult yang sarat akan makna.
  • Toleran dan bisa menangkap makna besar dari detail-detail yang disajikan.

Sayang sekali, buku ini mungkin tidak cocok untuk Anda yang konservatif. Pasalnya seperti yang saya paparkan di atas, terlalu banyak hal-hal di dalam buku ini yang bertentangan dengan norma. Meskipun begitu, sikap konservatif Anda bukanlah hal yang buruk. Menjadi diri sendiri adalah hal yang utama, dan orang yang menjadi dirinya sendiri adalah mereka yang memegang prinsip. Jadi bukan masalah jika Anda tidak ingin membaca Looking for Alaska.

Bagi yang ingin membaca, buku ini menjanjikan petualangan yang seru, cerita cinta dan persahabatan remaja yang mengharukan, serta pandangan yang menarik dalam hal kehidupan dan persepsi tentang keagamaan.

Andi Itta’s Fantasy Rating : 4/5

“Setelah sekian lama, bagiku sepertinya langsung dan cepat masih menjadi satu-satunya jalan keluar–tapi aku memilih labirin. Labirin menyebalkan, tapi aku memilihnya.”

-Miles ‘Pudge’ Halter

Catatan :

  • Dalam membuat Review, Andi Itta’s Fantasy tidak membocorkan plot dalam cerita. Karena disitulah letak keseruan dari membaca! Pembaca harus membaca bukunya untuk mengetahui plotnya. No Spoiler!

Baca juga Review buku Andi Itta’s Fantasy lainnya :

BookReview – Hex Hall by Rachel Hawkins

BookReview – The Infinite Sea by Rick Yancey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s