BookReview – The Host by Stephenie Meyer

Andi Itta's Fantasy(1)

THE HOST, STEPHENIE MEYER ( ROMANCE, SCI-FI, YOUNG ADULT, ADVENTURE)

VERSI BAHASA INDONESIA, DITERJEMAHKAN OLEH INGRID DWIJANI NIMPOENO

776 HALAMAN, PENERBIT PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

The Host adalah karya Stephenie Meyer, penulis fenomenal awal abad 21 dengan karyanya Twilight Saga. Saya merasa beruntung bisa membaca The Host ini sebelum saya mendapat kesempatan untuk membaca Twilight. Saya takut nantinya akan bias entah tergila-gila pada seluruh karya Meyer atau malah tidak menyukainya.

Buku ini bercerita tentang perjalanan dua tokoh dalam satu tubuh, Wanderer dan Melanie dengan latar waktu di masa ketika alien menyerang bumi dan ingin mengambil alih kehidupan manusia. Wanderer adalah alien yang ditanamkan ke dalam tubuh Melanie. Melanie yang memiliki tekad kuat, membuat Wanderer tidak mampu menguasai wanita itu seutuhnya. Konflik antara keduanya membuat cerita berjalan dengan mereka mencari sosok-sosok yang dicintai Melanie ketika dia masih manusia seutuhnya.

DRAMA, KISAH CINTA, DENGAN BUMBU FIKSI ILMIAH. Itulah gambaran singkat yang bisa saya bayangkan ketika cerita ini disebut. Secara umum, tema dari cerita ini adalah tentang cinta dengan beragam bentuk cinta dan kasih sayang. Di antaranya cinta kepada ‘seseorang yang spesial’, cinta pada saudara dan keluarga, cinta tak bersyarat, persahabatan antara dua individu yang berbeda spesies, hingga semua yang dilakukan tokoh utamanya, Melanie dan Wanda, didasarkan atas nama cinta. Alurnya pun digerakkan oleh cinta.

Akan tetapi, buku ini tidak bisa hanya dikatakan memiliki genre romance, unsur fiksi ilmiahnya merupakan bagian penting dari cerita The Host. Peleburan genre yang menurut saya sempurna antara fantasi sci-fi dan romance. Unsur fantasi yang vital, namun tidak begitu menonjol dalam novel ini. Tetapi, apabila unsur fantasi tersebut dihilangkan, maka cerita ini hanyalah cerita romance yang tidak masuk akal dan tanpa tujuan yang jelas.

Mari sama-sama kita bayangkan bahwa The Host adalah sebuah makanan. Romance dan Drama adalah bahan utamanya, sedangkan fantasi dan sci-fi adalah bumbunya. Tanpa bumbu, masakan dengan bahan sebaik apapun tidak akan enak. Seperti inilah korelasi unsur-unsur tersebut, dan Stephenie Meyer meraciknya dengan sangat profesional.

Pengamatan saya tentang buku ini yang lebih mendetail :

Alurnya agak lambat, namun sebagian besar berhasil menghanyutkan dengan detail yang menawan.

Berbicara tentang detail, terlalu banyak detail akan membosankan, namun apabila terlalu sedikit detail akan menyebalkan, cerita ini memberi banyak detail namun takarannya pas, apik, dan sangat menyenangkan untuk dinikmati.

Meskipun begitu, banyaknya detail tersebut dapat membagi dua opini pembaca. Pembaca dapat merasa bosan, ataupun terhanyut dengan segala deskripsi keadaan yang diceritakan Stephenie Meyer tentang perjalanan Wanderer dan Melanie.

Cerita ini memegang sebuah konsistensi dari awal sampai ketika cerita ini menjelang berakhir. Saya memuji kemampuan Stephenie Meyer dalam membangun latar dunia yang realistis dan tidak dipaksakan.

Pujian spesial untuk sampul bukunya yang menampakkan kengerian dari mata menyala saat alien menguasai tubuh manusia. Berhasil mengelabui saya yang mengira buku ini benar-benar science fiction sepenuhnya.

Tentu saja buku ini penuh dengan adegan-adegan menarik, tapi saya tidak ingin membocorkan pada pembaca. Saya yakin spoiler akan mengacaukan minat untuk menikmati suatu hiburan.

Tokohnya?

Saya menginterpretasikan, bahwa Wanderer (yang kemudian dipanggil Wanda) adalah karakter Mary Sue yang sengaja diciptakan oleh Stephenie. Pasalnya segala sesuatu tentang Wanda seakan sempurna dari pandangannya yang idealis, keyakinannya pada kebaikan dan kebenaran, serta tindakannya yang berlandaskan keadilan.

Wanda menjelaskan dirinya sendiri sebagai sosok dengan nilai-nilai kebaikan.

“Bersikap adil adalah sifatku”- Wanda, Halaman 518

Kejadian wanda sebagai seorang Mary Sue, menurut saya bukanlah suatu hal yang bisa membuat cerita ini menjadi buruk. Maksudku, kita tidak sedang membicarakan tentang manusia, ya kan? Jika manusia dalam karya fiksi yang bertindak seperti tokoh sinetron yang serba baik, mungkin menyebalkan. Namun kita berbicara tentang wanda yang pada hakikatnya adalah seorang alien. Stephenie Meyer sengaja menciptakan tokoh alien sebagai Mary Sue. Mari kita anggap kejadian drama sinetron karakter Wanda sebagai ciri artistik dari karya sastra seorang Stephenie Meyer.

Tokoh lain yang menonjol adalah Jebediah Stryder, tokoh yang dianggal gila sekaligus genius. serta Jamie Stryder, tokoh anak kecil yang tidak lemah dan tidak cengeng, namun karakteristik kekuatannya tidak dilebih-lebihkan. Segala yang wajar memang cenderung menyenangkan, interaksi tokohnya juga wajar dan tidak terlalu canggung.

Kesimpulannya?

Menurut saya, cerita ini memuaskan sekaligus sedikit mengecewakan. Hal memuaskan seperti beberapa hal yang saya paparkan di atas. Namun hal mengecewakannya yaitu unsur fiksi ilmiahnya hanya disajikan sedikit, selebihnya ditunjukkan dari cerita-cerita Wanda tentang kehidupan alien pada buku ini.

Jadi, jangan harap kalian menemui adegan laga seperti film-film alien lainnya. Saya pernah membaca ungkapan di internet tentang buku ini adalah fiksi ilmiah bagi mereka yang tidak begitu menyukai fiksi ilmiah. Namun cerita romance nya saya rasa hebat.

Andi Itta’s Fantasy Rating : 4/5

Review sebelumnya : BookReview – Looking for Alaska by John Green

Sekedar info, tidak terasa Blog ini sudah berumur 1 tahun. Saya harap bisa terus menulis dan menghasilkan tulisan menarik dan bermanfaat. Amin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s