BookReview – The Host by Stephenie Meyer

Andi Itta's Fantasy(1)

THE HOST, STEPHENIE MEYER ( ROMANCE, SCI-FI, YOUNG ADULT, ADVENTURE)

VERSI BAHASA INDONESIA, DITERJEMAHKAN OLEH INGRID DWIJANI NIMPOENO

776 HALAMAN, PENERBIT PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

The Host adalah karya Stephenie Meyer, penulis fenomenal awal abad 21 dengan karyanya Twilight Saga. Saya merasa beruntung bisa membaca The Host ini sebelum saya mendapat kesempatan untuk membaca Twilight. Saya takut nantinya akan bias entah tergila-gila pada seluruh karya Meyer atau malah tidak menyukainya.

Buku ini bercerita tentang perjalanan dua tokoh dalam satu tubuh, Wanderer dan Melanie dengan latar waktu di masa ketika alien menyerang bumi dan ingin mengambil alih kehidupan manusia. Wanderer adalah alien yang ditanamkan ke dalam tubuh Melanie. Melanie yang memiliki tekad kuat, membuat Wanderer tidak mampu menguasai wanita itu seutuhnya. Konflik antara keduanya membuat cerita berjalan dengan mereka mencari sosok-sosok yang dicintai Melanie ketika dia masih manusia seutuhnya.

DRAMA, KISAH CINTA, DENGAN BUMBU FIKSI ILMIAH. Itulah gambaran singkat yang bisa saya bayangkan ketika cerita ini disebut. Secara umum, tema dari cerita ini adalah tentang cinta dengan beragam bentuk cinta dan kasih sayang. Di antaranya cinta kepada ‘seseorang yang spesial’, cinta pada saudara dan keluarga, cinta tak bersyarat, persahabatan antara dua individu yang berbeda spesies, hingga semua yang dilakukan tokoh utamanya, Melanie dan Wanda, didasarkan atas nama cinta. Alurnya pun digerakkan oleh cinta.

Akan tetapi, buku ini tidak bisa hanya dikatakan memiliki genre romance, unsur fiksi ilmiahnya merupakan bagian penting dari cerita The Host. Peleburan genre yang menurut saya sempurna antara fantasi sci-fi dan romance. Unsur fantasi yang vital, namun tidak begitu menonjol dalam novel ini. Tetapi, apabila unsur fantasi tersebut dihilangkan, maka cerita ini hanyalah cerita romance yang tidak masuk akal dan tanpa tujuan yang jelas.

Mari sama-sama kita bayangkan bahwa The Host adalah sebuah makanan. Romance dan Drama adalah bahan utamanya, sedangkan fantasi dan sci-fi adalah bumbunya. Tanpa bumbu, masakan dengan bahan sebaik apapun tidak akan enak. Seperti inilah korelasi unsur-unsur tersebut, dan Stephenie Meyer meraciknya dengan sangat profesional.

Pengamatan saya tentang buku ini yang lebih mendetail :

Alurnya agak lambat, namun sebagian besar berhasil menghanyutkan dengan detail yang menawan.

Berbicara tentang detail, terlalu banyak detail akan membosankan, namun apabila terlalu sedikit detail akan menyebalkan, cerita ini memberi banyak detail namun takarannya pas, apik, dan sangat menyenangkan untuk dinikmati.

Meskipun begitu, banyaknya detail tersebut dapat membagi dua opini pembaca. Pembaca dapat merasa bosan, ataupun terhanyut dengan segala deskripsi keadaan yang diceritakan Stephenie Meyer tentang perjalanan Wanderer dan Melanie.

Cerita ini memegang sebuah konsistensi dari awal sampai ketika cerita ini menjelang berakhir. Saya memuji kemampuan Stephenie Meyer dalam membangun latar dunia yang realistis dan tidak dipaksakan.

Pujian spesial untuk sampul bukunya yang menampakkan kengerian dari mata menyala saat alien menguasai tubuh manusia. Berhasil mengelabui saya yang mengira buku ini benar-benar science fiction sepenuhnya.

Tentu saja buku ini penuh dengan adegan-adegan menarik, tapi saya tidak ingin membocorkan pada pembaca. Saya yakin spoiler akan mengacaukan minat untuk menikmati suatu hiburan.

Tokohnya?

Saya menginterpretasikan, bahwa Wanderer (yang kemudian dipanggil Wanda) adalah karakter Mary Sue yang sengaja diciptakan oleh Stephenie. Pasalnya segala sesuatu tentang Wanda seakan sempurna dari pandangannya yang idealis, keyakinannya pada kebaikan dan kebenaran, serta tindakannya yang berlandaskan keadilan.

Wanda menjelaskan dirinya sendiri sebagai sosok dengan nilai-nilai kebaikan.

“Bersikap adil adalah sifatku”- Wanda, Halaman 518

Kejadian wanda sebagai seorang Mary Sue, menurut saya bukanlah suatu hal yang bisa membuat cerita ini menjadi buruk. Maksudku, kita tidak sedang membicarakan tentang manusia, ya kan? Jika manusia dalam karya fiksi yang bertindak seperti tokoh sinetron yang serba baik, mungkin menyebalkan. Namun kita berbicara tentang wanda yang pada hakikatnya adalah seorang alien. Stephenie Meyer sengaja menciptakan tokoh alien sebagai Mary Sue. Mari kita anggap kejadian drama sinetron karakter Wanda sebagai ciri artistik dari karya sastra seorang Stephenie Meyer.

Tokoh lain yang menonjol adalah Jebediah Stryder, tokoh yang dianggal gila sekaligus genius. serta Jamie Stryder, tokoh anak kecil yang tidak lemah dan tidak cengeng, namun karakteristik kekuatannya tidak dilebih-lebihkan. Segala yang wajar memang cenderung menyenangkan, interaksi tokohnya juga wajar dan tidak terlalu canggung.

Kesimpulannya?

Menurut saya, cerita ini memuaskan sekaligus sedikit mengecewakan. Hal memuaskan seperti beberapa hal yang saya paparkan di atas. Namun hal mengecewakannya yaitu unsur fiksi ilmiahnya hanya disajikan sedikit, selebihnya ditunjukkan dari cerita-cerita Wanda tentang kehidupan alien pada buku ini.

Jadi, jangan harap kalian menemui adegan laga seperti film-film alien lainnya. Saya pernah membaca ungkapan di internet tentang buku ini adalah fiksi ilmiah bagi mereka yang tidak begitu menyukai fiksi ilmiah. Namun cerita romance nya saya rasa hebat.

Andi Itta’s Fantasy Rating : 4/5

Review sebelumnya : BookReview – Looking for Alaska by John Green

Sekedar info, tidak terasa Blog ini sudah berumur 1 tahun. Saya harap bisa terus menulis dan menghasilkan tulisan menarik dan bermanfaat. Amin…

BookReview – Looking for Alaska by John Green

Andi Itta's Fantasy

“Itulah misterinya, ya kan? Apakah labirin berarti kematian atau kehidupan? Dia berusaha kabur dari apa–dunia, atau akhir dunia?”

– Alaska Young

LOOKING FOR ALASKA, JOHN GREEN (YOUNG ADULT, CONTEMPORARY FICTION)

VERSI BAHASA INDONESIA, DITERJEMAHKAN OLEH BAROKAH RUZIATI & SEKAR WULANDARI

288 HALAMAN, 20 CM, PENERBIT PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

LIAR, LIBERAL, MENAWAN. Ketiga kata itulah yang saya bayangkan ketika membaca buku Looking for Alaska karya John Green.

Pada novel ini, kita diperkenalkan dengan tokoh Miles Halter, seorang pemuda yang bosan dengan hidupnya yang biasa-biasa saja. Miles yang berasal dari Florida memutuskan untuk bersekolah di Culver Creek, sekolah asrama yang terletak di Alabama dengan tujuan menemukan ‘Kemungkinan Besar’. Singkat cerita hidupnya berubah 180 derajat setelah bersekolah di Culver Creek dan bergaul dengan Chip Martin dan Alaska Young.

Rangkaian alur dalam buku ini disajikan dalam 2 bagian, yaitu Sebelum dan Sesudah. Sebelum dan Sesudah ini adalah hal penting yang akan kita singkap dengan membaca buku ini. Sungguh hal yang mengejutkan ketika saya membaca buku yang awalnya saya anggap sebagai bacaan ringan, ternyata menjadi bacaan yang sarat akan makna dari awal sampai akhir.

Kita diperkenalkan dengan karakter Miles yang sangat jauh dari kesan Gary Stu (karakter sempurna). Kehidupan Miles dan wujudnya sangat jauh dari kesempurnaan. Hal inilah yang membuat cerita menjadi menarik. Kita tidak diperkenalkan dengan sosok tampan menawan dan sempurna dalam segala hal. Membuat kita sebagai pembaca dapat bersimpati dan menempatkan diri dalam posisinya.

Tokoh lain yang menonjol adalah Chip ‘Kolonel’ Martin. Lagi-lagi kita dipertemukan dengan tokoh yang tidak sempurna. Seorang pelajar miskin yang bertubuh mungil dengan sikap yang dewasa. Mungil seakan berkontradiksi dengan dewasa, membuat karakter Kolonel menjadi bagian yang unik dalam cerita ini. Selain itu, tokoh Lara dan Takumi bukan hanya sekedar tokoh sampingan, melainkan tokoh yang kehadiran dan kepribadiannya memberi bumbu tersendiri dalam cerita.

Buku Looking for Alaska tidak akan berarti tanpa seorang tokoh yang bernama Alaska Young. Pada dasarnya, dari awal sampai akhir, buku ini membahas tentang dia dalam cara yang mengagumkan. Hanya saja, dalam budaya Indonesia karakter Alaska akan menjadi tokoh yang kontrovesial. Pasalnya, dia merupakan seorang gadis, namun memiliki kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan melakukan hal-hal jail. Bertentangan dengan paradigma budaya kita yang mengedepankan perempuan sebagai sosok yang sopan dan sederhana.

Sisi menariknya, meskipun dengan karakteristik seperti di atas, bukan hal-hal itulah yang mendefinisikan sosok karakter Alaska. Alaska adalah karakter yang kompleks dan segala keburukan itu memang bagian dari dirinya, tetapi bukan hal yang menjelaskan dirinya secara utuh. Selain keburukan itu, Alaska adalah seorang feminis, setia kawan, misterius, dan penuh kejutan.

Begitupun dengan cerita ini. Kita mungkin mengira bahwa buku ini sama seperti buku-buku romance lainnya yang monoton. Namun buku ini sarat akan makna yang mendalam, jauh lebih besar dari sekadar percintaan remaja. Buku ini membahas arti kehidupan yang disimpulkan oleh remaja yang mengalami kejadian besar dalam hidupnya, yang dihubungkan dengan filsafat agama.

Jadi menurut saya, dalam menyikapi tokoh Alaska, kita tidak perlu memberikan penghakiman betapa buruknya tokoh itu. Cukup saja kita mengetahui hal-hal mana yang pantas diperbuat sebagai makhluk yang berpikir. Dan tanpa memalingkan pandangan dari karakter Alaska, kita bisa memusatkan perhatian pada hal yang ingin disampaikan penulis dalam pembuatan cerita ini. Lagipula, bagaimana menemukan suatu keindahan tanpa ada hal yang buruk?

Karakter yang sederhana namun multidimensional menjadikan cerita ini kuat. Meskipun dengan plot yang sama, tanpa penokohan yang seperti itu buku ini tidak akan berhasil.

Jadi secara singkat, kelebihan buku ini saya paparkan sebagai berikut :

  • Plot twist yang mencengangkan.
  • Tokoh dan karakter yang multidimensional, setiap tokohnya memiliki karakteristik yang membuat cerita tidak akan sama tanpa kehadiran mereka.
  • Keseluruhan cerita yang unik dan jarang ditemui dalam cerita-cerita lain dengan genre sama.
  • Adanya pertanyaan yang jawabannya terungkap dari awal hingga akhir cerita.
  • Bacaan novel yang ringan namun penuh dengan informasi yang menambah wawasan.
  • Pembahasan tentang agama yang universal sehingga kita bisa mengetahui tentang agama lain dari sudut pandang yang cerdas.

Maka dari itu, buku cocok untuk Anda yang :

  • Ingin bacaan menarik dalam bentuk novel young adult yang sarat akan makna.
  • Toleran dan bisa menangkap makna besar dari detail-detail yang disajikan.

Sayang sekali, buku ini mungkin tidak cocok untuk Anda yang konservatif. Pasalnya seperti yang saya paparkan di atas, terlalu banyak hal-hal di dalam buku ini yang bertentangan dengan norma. Meskipun begitu, sikap konservatif Anda bukanlah hal yang buruk. Menjadi diri sendiri adalah hal yang utama, dan orang yang menjadi dirinya sendiri adalah mereka yang memegang prinsip. Jadi bukan masalah jika Anda tidak ingin membaca Looking for Alaska.

Bagi yang ingin membaca, buku ini menjanjikan petualangan yang seru, cerita cinta dan persahabatan remaja yang mengharukan, serta pandangan yang menarik dalam hal kehidupan dan persepsi tentang keagamaan.

Andi Itta’s Fantasy Rating : 4/5

“Setelah sekian lama, bagiku sepertinya langsung dan cepat masih menjadi satu-satunya jalan keluar–tapi aku memilih labirin. Labirin menyebalkan, tapi aku memilihnya.”

-Miles ‘Pudge’ Halter

Catatan :

  • Dalam membuat Review, Andi Itta’s Fantasy tidak membocorkan plot dalam cerita. Karena disitulah letak keseruan dari membaca! Pembaca harus membaca bukunya untuk mengetahui plotnya. No Spoiler!

Baca juga Review buku Andi Itta’s Fantasy lainnya :

BookReview – Hex Hall by Rachel Hawkins

BookReview – The Infinite Sea by Rick Yancey

IntroVenture – Delusi Keliling Dunia

Andi Itta'sFantasy

“Maka terjebaklah aku dalam khayal. di mana kebahagiaan bisa datang kapan saja tanpa upaya. Maka terjebaklah aku dalam delusi tak berujung. Berharap dunia ada dalam kuasaku yang kenyataannya hanya seorang makhluk kecil.”

Siapa yang tidak ingin keliling dunia? Terlepas dari perdebatan tak berujung tentang bumi ini bulat atau datar, dunia dipenuhi dengan tempat-tempat yang amat indah. Mereka menunggu kita untuk melakukan eksplorasi, menjelajahi setiap keunikan, mendengar cerita yang dunia ini bisa sampaikan, atau bahkan mencari tempat baru untuk menetap.

Hanya saja, keliling dunia itu tidak mudah. Komponen yang paling substansial yaitu uang, menciptakan sebuah tembok besar yang sangat sulit untuk dijangkau. Tidak adanya uang untuk keliling dunia menyebabkan seorang penghayal hanya bisa berandai-andai untuk kesenangan itu.

Pada suatu waktu, saya, yang bermimpi untuk keliling dunia memikirkan hal sederhana yang bisa membuat saya melihat pemandangan tempat-tempat indah dunia dengan gratis.

Tujuan wisata pertama yang saya kunjungi adalah Big Ben yang terletak di Istana Westminster, London. Bangunan ikonik yang terletak di pinggir sungai Thames. Landmark Inggris, dengan gaya arsitektur kebangkitan gothik. Desainernya, Edmund Beckett Denison dan George Airy, serta pembuatnya Edward John Dent adalah orang-orang brilian. Sayang sekali waktu saya mengunjungi Big Ben, Sungai Thames tidak mengalir, tidak ada arus sama sekali. Begitupun dengan Big Ben yang tidak bersuara, semua sepi senyap.

Tanpa buang-buang waktu, saya melanjutkan perjalanan ke daratan utama Eropa. Ada tiga destinasi wisata untuk dikunjungi. Di Paris, Perancis terdapat menara ikonik yang terkenal se-jagad raya. Menara Eiffel berdiri tinggi menjulang jauh lebih besar dari bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Adapun di Jerman, saya mengunjungi Branderburger Tor di Berlin. Sayang sekali Brandenburger Tor yang saya kunjungi memiliki pilar-pilar yang kasar dan bentuknya bagai tidak terawat.

Sekali lagi, saya tidak menunda-nunda waktu untuk langsung ke roma. Ternyata, memang banyak jalan menuju Roma. Pemandangan Colosseum membuat saya yakin bahwa Roma memang tidak dibangun dalam satu hari. Hanya saja saya agak sedih mendapati Colosseum yang agak buyar. Menyedihkan.

Saya meninggalkan Eropa dan melanjutkan ke Amerika. Tidak banyak yang perlu diceritakan. Di pesisir timur Amerika Serikat terdapat Patung Liberty yang permukaan seperti retak. Saya menunggu beberapa lama namun Patung Liberty tidak kunjung menjadi mulus seperti yang terlihat di film-film.

Sementara di Pesisir Barat Amerika Serikat, saya berkesempatan melihat Hollywood Sign. Sayang sekali tidak ada satupun aktor atau aktris yang saya temui. Hollywood terlihat amat sepi dan diam. Perjalanan berakhir di Australia. Menikmati keindahan Sidney, kota pinggir laut dengan landmark gedung teaternya. Sepanjang perjalanan, penampakan terindah adalah di Sidney.

Saya sangat senang bisa menyelesaikan perjalanan dalam satu hari. 3 benua berhasil dikunjungi. Saya sangat berterima kasih kepada Sponsor yang membuat ini bisa terjadi.

Thanks to Google Earth

Apa daya kalau tidak punya uang, Google Earth menjadi pelipur lara. Kamu melihat tempat-tempat menakjubkan dalam waktu singkat. Thanks Google Earth. Bermimpilah malam ini, wujudkan esok hari!!!

Ayo keliling dunia!!! di sini, gampang kok!

INTROVERT + ADVENTURE = INTROVENTURE

 

SocialThought – Pikirkan Sebelum Kamu Berbuat Curang

SocialThought

Sumber gambar : ini

Mungkin, pada suatu saat dalam hidup kita berada dalam posisi yang amat sulit. Posisi yang membuat kita nyaris menyerah, posisi terdesak yang begitu berat untuk kita tangani. Di situlah ada celah bagi pikiran untuk berbuat curang masuk dan memenuhi kepala kita.

Berbuat curang bisa dianggap sebagai alternatif penyelesaian yang mudah dan menyenangkan. Seperti keberhasilan telah ada dalam genggaman ketika memikirkannya. Baik itu ketika dalam ujian, berkompetisi dengan lawan yang sulit untuk dikalahkan, dan sebagainya.

Pada tulisan kali ini, Andi Itta’s Fantasy ingin mengajak pembaca untuk bersama-sama memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan perbuatan curang, sebelum pembaca melakukannya.

1. Berbuat curang membawa kualitasmu pada tingkat terendah

Benarkah? Kalau menurut saya, hal itu benar. Bagaimana tidak? Pasalnya ketika berbuat curang, kualitas yang terenggut adalah kerja keras. Apalah arti sebuah bakat ketika tidak dibarengi dengan usaha untuk mencapai yang kita inginkan? Curang bisa membuat kita malas. Curang memberi kita rasa aman untuk bisa bersantai ketika dihadapkan dengan situasi penentu (e.g. saat ujian atau lomba) dan pada akhirnya kepercayaan diri akan hilang.

1. Berbuat curang membawa kualitasmu pada tingkat terendah(1)

Curang, membuat kepercayaan dirimu hilang. Apa kamu yakin selanjutnya bisa percaya diri lagi? Pasalnya, sekali coba maka akan ada keyakinan bahwa segala hal yang dihadapi bisa jadi lebih muda secara instan. Kamu akan tergoda untuk melakukannya lagi dan lagi. Ketika curang menjadi sebuah rutinitas, maka kamu akan terjurumus di dalamnya.

1. Berbuat curang membawa kualitasmu pada tingkat terendah(2)

Berbuat curang dan menjadikannya sebagai rutinitas akan membuatmu terjerumus. Kamu akan merasa bahwa curang adalah jalan terbaik untuk melakukan banyak hal. Apa yang terjadi setelah orang berbuat curang? Dia akan berbohong untuk menutupi kecurangannya, dan dia akan berbohong untuk menutupi kebohongan tentang kecurangannya. Begitu seterusnya hingga hidup dalam kepalsuan. Potensi yang kamu miliki akan dilenyapkan oleh ilusi bahwa segalanya bisa jadi lebih mudah dan tidak perlu kerja keras.

1. Berbuat curang membawa kualitasmu pada tingkat terendah(3)

Oke, anggaplah bahwa kecurangan itu telah membawamu menjadi seorang yang sukses. Kamu memperoleh semua yang kamu inginkan. Tapi dalam hatimu, kamu hanyalah seorang yang tidak benar-benar memperoleh semua itu dengan usahamu, kamu merasa hampa dan tidak puas dengan yang kamu raih, dan ketika seseorang bertanya padamu tentang inspirasi kesuksesan, maka lagi-lagi kamu harus berbohong dan mengarang cerita kesuksesan.

1. Berbuat curang membawa kualitasmu pada tingkat terendah(4)

Anggaplah, kamu sukses dengan berbuat curang. Tidakkah kamu memikirkan orang lain yang bekerja keras untuk meraih hal yang sama, tetapi bisa dengan mudah hancur karena kecuranganmu? Kamu bisa berdalih bahwa dunia ini kejam. Tetapi, apa kamu harus jadi orang kejam untuk menakhlukkan dunia? Kalau tidak bisa dengan bakat, maka lakukanlah dengan kerja keras. Kecuali kalau kamu menganggap curang itu bagian dari usaha.

1. Berbuat curang membawa kualitasmu pada tingkat terendah(5)

Percayalah, curang tidak membuat segalanya menjadi lebih mudah. Curang hanya menunda-nunda momen ketika kamu dihadapkan dengan hal sulit, memilih curang, dan saat hal sulit itu terjadi lagi, kamu tidak punya kemampuan dan pengalaman untuk menghadapinya, selain kecurangan yang kamu banggakan. Pada awalnya, kamu adalah orang yang memiliki kemampuan yang tidak memadai, dan berbuat curang menjadikan kamu orang yang tidak memiliki kemampuan (selain curang).

1. Berbuat curang membawa kualitasmu pada tingkat terendah(6)

Berbuat curang, mungkin akan membuatmu senang. Tetapi kesenangan itu akan berakhir begitu saja ketika kamu ketahuan. Kecurangan yang berbelit-belit akan menjadi skandal dan segala yang kamu banggakan akan berakhir. Nilai bagus di rapor tidak akan dipandang ketika mereka mengetahui bahwa kamu memperolehnya dengan cara yang tidak benar. Kebanggaan penggemar padamu sebagai atlet yang andal akan hilang ketika kamu ketahuan menggunakan doping. Kharismamu sebagai pejabat akan runtuh ketika ketahuan mencurangi uang rakyat.

Jadi, sebelum pembaca memutuskan untuk berbuat curang, pertimbangkan dulu hal-hal di atas. Berbuat atau tidak berbuat adalah pilihan dari setiap individu. Tidak ada paksaan maupun larangan, tetapi setidaknya pembaca sekalian mengetahui konsekuensi dari hal tersebut.

Soal dalam perjalanan hidup kita berbeda-beda. Jadi untuk selanjutnya, kembalikan pada individu masing-masing mengenai keputusan tersebut. Tidak ada judgement dari Andi Itta pada kalian apabila berbuat curang pada situasi tertentu, misalnya pembaca ingin mencurangi orang yang ingin merebut harta warisan Anda. Orang seperti itu harus dilawan.

Bagaimana pendapatmu tentang kecurangan? Ada pengalaman unik tentang curang? Feel free to express them in the comment section! Thanks….

 

 

 

 

 

BookMatter – Argumen Tentang Cover Film

andi-ittas-fantasy1

Membaca adalah salah satu bentuk petualangan. Petualangan tanpa harus banyak bergerak. Petualangan yang membawa kita ke banyak dunia lain yang tidak terpikirkan sebelumnya. Petualangan dengan kebebasan untuk membayangkan, dan menemukan kebahagiaan dalam ratusan halaman.

Suatu karya sastra, biasanya novel saat mencapai popularitas yang lumayan besar maka pihak-pihak pengusaha melihat peluang bisnis yang dapat diraup ke depannya. Satu kata singkat, Film.

Dalam kehidupan sehari-hari, saya lebih banyak menemui orang yang menyukai film. Karena film itu mudah dinikmati, sementara karya aslinya yang berasal dari buku bisa dikalahkan popularitasnya oleh film adaptasinya. Banyak alasan untuk malas membaca buku.

Alhasil, strategi marketing baru pun dijalankan. Memodifikasi buku tersebut dengan cover film untuk meledakkan popularitasnya.

Sebagai seorang penggemar buku, saya senang ketika buku yang saya sukai semakin populer dengan adanya cover film. Orang-orang akan menghubungkan buku tersebut dengan filmnya sehingga akan lebih memudahkan promosi.

Tidak ada yang salah dengan cover film. Itu adalah strategi bisnis untuk menghadapi dunia bisnis yang kejam. Apalagi untuk sebuah novel yang sudah lama terbit dan baru difilmkan akan sulit untuk membuatnya populer kembali dengan nuansa lama. Maka nuansa baru dengan menambahkan cover film akan memudahkan segala urusan.

Buku dengan cover film biasanya menampilkan si tokoh utama. Seperti contoh, dua buku di atas menampilkan Tris untuk Divergent, dan Percy untuk Percy Jackson bersama tokoh lainnya. Di buku divergent kita melihat Four, dan di buku Percy Jackson kita melihat Grover dan Annabeth.

Salah satu bagian terindah dari membaca buku adalah membayangkan. Kita bisa membayangkan bagaimana rupa tokohnya sesuai dengan deskripsi yang disajikan penulis. Membayangkan bagaimana tampang wanita dengan rambut pirang bergelombang itu, membayangkan mata abu-abu itu, semua sesuai dengan yang dituliskan penulisnya.

Tetapi cover film memberi kita tampang aktor dan aktris yang memerankan tokoh itu. Walaupun deskripsi fisiknya berbeda dan banyak perbedaan lain dari yang digambarkan penulis dalam bukunya. Sampul menyalahi isi bukunya apabila hal ini terjadi.

Mengubah deskripsi karakter dalam film adalah hal yang bisa ditolerir, tetapi menampilkan perubahan tersebut dan menginjak-injak karya asli dari penulisnya? Tidak. Sangat tidak.

Sebuah film mungkin membuat kita fokus kepada orang yang memerankan tokoh. Karena dalam film tokoh berkembang bersama pemerannya. Tetapi buku adalah karya asli dari penulisnya yang dinikmati dengan membayangkan seluruh isi buku terebut.

COVER FILM MENCURANGI KITA DENGAN MERENGGUT KEBEBASAN UNTUK MEMBAYANGKAN RUPA TOKOHNYA DENGAN DESKRIPSI YANG KADANG MELENCENG DARI ASLINYA.

Buku bukan tentang aktor atau aktris yang memerankan film itu, tetapi sebuah karya seni yang dinikmati dengan membaca.

Anyway, itu hanya sekedar pendapat dan pendapat bisa saling membantah dan bisa diteruskan sampai matahari terbit dari arah barat. Kamu juga bisa bebas berpendapat. Dukung hal-hal yang menurutmu benar atau yang kamu sukai.

Catatan Penting! :

  • Postingan blog ini hanya sekedar ajang untuk menyatakan pendapat tanpa maksud untuk memboikot cover film. Butuh kekuatan seluruh penggemar buku untuk melakukan hal tersebut.
  • Apapun yang terjadi, tetap support penerbit karena mereka bekerja untuk menghibur kita. Tanpa mereka kita tidak akan mempunyai seluruh buku yang hebat itu.
  • Selera setiap orang berbeda-beda. Begitupun pendapat orang berbeda-beda. Terlalu banyak perbedaan yang mungkin tidak terlalu penting untuk menimbulkan konflik. Mari fokus untuk membangun perdamaian.

Okay… Itulah pendapatku mengenai Cover Film. Singkatnya saya kontra, tetapi akan tetap menikmati dan mendukung pihak penerbit karena bagaimanapun yang paling penting dari sebuah buku adalah isinya.

Bagaimana pendapatmu tentang cover film? Let me know. Tulis di kolom komentar ya…

BookMatter – Top 10 Book TurnOff by AndiItta

andi-ittas-fantasy

Halo. Perkenalkan buku di atas. “The Hunger Games” karya Suzanne Collins. Buku tersebut memiliki makna yang mendalam bagi saya karena buku itu adalah novel pertama yang saya miliki. Sebagai seorang pembaca yang belum berpengalaman pada waktu itu , (memangnya sekarang sudah berpengalaman ya?) saya belum mengenal istilah merawat buku. Alhasil, jadilah buku itu hancur sehancur-hancurnya.

Dear reader, mungkin ada saat dalam perjalanan membacamu kamu malas membaca sebuah buku. Selain dari alurnya yang membosankan, saya merangkum beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kamu (mungkin hanya saya) ‘mematikan’ bukunya atau dalam postingan ini saya sebut Book TurnOff. (baca lebih simple : menutup buku)

Kondisi-kondisi berikut berdasarkan pengalaman pribadi  biasanya menyebabkan saya ingin menutup buku. Bukan salah bukunya, tetapi beberapa hal serampangan lainnya. Selamat membaca!

1

Selamat, kamu saya nyatakan salah satu orang yang paling tabah kalau mau membaca buku yang lembarannya terpisah-pisah seperti gambar itu. Itulah bagian dalam buku The Hunger Games saya. Kombinasi antara perekat yang sudah tidak mumpuni dan cara membaca yang tidak benar.

Bayangkan kamu yang seharusnya membaca dengan tenang dibuat pusing dengan lembaran yang lepas di sana dan di sini. Mau buka halaman selanjutnya juga ragu-ragu karena siapa tahu ada lembaran yang hilang jadinya cliffhanger yang tidak diinginkan. Mau cek satu per satu juga malas. Solusinya kalau tidak malas kamu bisa merekatkan kembali, memakai paku buku, atau untuk pekerjaan ekstra tarik satu per satu lembaran lepas yang ingin kamu baca, setelah itu pastikan mereka kembali ke tempat semula.

2

Aduh… Aduh… Gelisah memikirkan lembarannya akan lepas. Takut kalau lapisan tipis yang menyangga buku itu akan robek dan bukunya terbelah dua, tentu saja membaca jadi tidak nyaman.

solusinya? Kamu harus membaca dengan benar. Ada dua kondisi yang menyebabkan buku bisa mengalami patah tulang. Yang pertama karena memang ‘dari sananya’ (dibaca : pabrik) buku itu memiliki punggung yang mudah patah. Kalau kasus pertama yang terjadi, kamu harus tabah tidak leluasa membacanya kalau ingin menjaga punggung itu agar tidak patah.

Tetapi, apabila menghadapi kondisi kedua, yaitu salah cara membaca, hal ini bisa dihindari dan bisa dicegah. Kondisinya yaitu : patah punggung karena perbuatanmu! Ya! Perbuatanmu! Apabila kamu seorang pembaca yang suka menggulung buku saat membacanya, tolong hentikan! Kasihan bukunya! (kata kunci : jangan, gulung, buku)

3

Saya hanya bisa memasang muka datar menghadapi keadaan ini. Seperti kita, buku juga bisa dimakan usia. Siapa yang tahu makhluk apa saja yang bisa hinggap dan tinggal di buku tuamu? Tapi untuk masalah tuanya sepertinya bisa di tolerir. Kamu bisa merawat kondisi buku dengan tidak membiarkannya terkena sinar matahari langsung, jauhkan dari tempat lembab, dsb. Selamat berusaha menjaga bukunya!

4

Bayangkan : Pada suatu hari kamu membeli sebuah buku. Perlahan-lahan kamu buka segel pelastiknya, menyentuh setiap lembarannya, mencium bau khas dari buku baru, dan tiba-tiba sesuatu melintas di pikiranmu.

“Sepertinya ada yang kurang.” kamu menatap buku itu baik-baik mencari-cari di setiap lembarannya siapa tahu ada yang terselip tapi tidak ada. Buku itu tidak menyediakan bookmark di dalamnya. Mengambil bookmark dari buku lain rasanya tidak enak, maka kamu menggunakan benda lain. Contohnya amplop.

Mungkin pihak penerbit mencoba berpikir ekonomis dengan tidak menyediakan bookmark untuk buku itu. Hentikan kekecewaan, temui mbah Google, cari tema yang sesuai dengan buku di pencarian gambar, print sendiri. Masalah terselesaikan.

5

Pada suatu waktu, saya membeli dua buku karena tergiur diskon. Yaitu buku pertama dan ketiga dari sebuah trilogi. Kebetulan, buku keduanya tidak tersedia dan statusnya langka. Terlalu banyak hal yang akan terlewatkan ketika selesai membaca buku pertama langsung melompat ke buku ketiga. Jadilah kedua buku tersebut menjadi penunggu rak/lemari bagian ‘belum dibaca’ sampai mendapat buku keduanya beberapa tahun kemudian.

6

Buku pertama dan kedua menyajikan sebuah tampilan artistik yang unik. Benar-benar mencerminkan buku itu dan kamu mendapat dan meresapi jiwanya. Tiba-tiba datang buku ketiga dengan tampilan cover yang sangat berbeda dari leluhurnya. Semangat setinggi langit diturunkan sampai ke tanah dan pembaca merespons “Ya sudahlah. Buku itu tentang isinya bukan sampulnya.” seperti kata pepatah “Jangan menilai buku hanya dari sampulnya” (masalah selera siapa yang bisa tebak?)

1-lembarannya-terpisah-pisah

Yang lebih buruk dari nuansa berbeda pada cover berseri adalah cover film. Setidaknya itu menurut saya. Coba tebak ketika film adaptasi novel dirilis apa yang akan datang? Benar. Sampul buku bertema filmnya.

Pada dasarnya, membaca adalah permainan imajinasi, otakmu berfungsi untuk membayangkan segalanya, termasuk rupa dan tampak setiap tokohnya. Dan tiba-tiba, sampul ini menyajikan rupa tokoh dengan memasang wajah pemeran tokoh itu dari filmnya. Merenggut kebebasan untuk membayangkan deskripsi yang disediakan penulis.

Hal lain yang membuat covel film menyebalkan adalah ketika tokoh dalam buku dideskripsikan sebagai remaja dan wajah yang tampil di cover adalah orang dewasa.

But this is business. Bisnis itu kejam dan kau harus melakukan hal inovatif untuk tetap bertahan. Dengan mengikuti trend film, penerbit bisa menarik mata dan minat seorang mundane dan muggle untuk membeli buku itu (saya salah satunya). Well done.

7

“Mataku sakit!” Kata seorang yang pusing melihat sebuah buku tebal dengan tulisan yang amat kecil. Well, bagi saya ini bukanlah masalah yang begitu besar. Penerbit pasti punya banyak pertimbangan untuk melakukan hal ini. Buku bahasa asalnya yang memang terlalu tebal dan pasti akan sangat mahal bagi pembaca apabila tidak dilakukan modifikasi. Well done, I Love You.

8

Yah.. Ini sih masalah orang mundane (baca : orang awam). Kalau kamu pecinta buku sejati maka 1000 halaman itu santapan sehari-hari!

DATANGLAH YANG PALING BURUK DARI SEGALANYA

JENG

JENG

JENG!

KITA SAMBUT NOMOR SEPULUH!

9

SEBAGUS DAN SEKEREN APAPUN BUKUNYA KALAU KAMU MALAS MEMBACA BUKU ITU TIDAK AKAN TERBACA!!!

Sekian Top 10 Book TurnOff versi Andi Itta. Ada hal lain yang membuat para readers malas membaca? Bagi-bagi yah, di kolom komentar…

Catatan Penting :

  • Tidak ada di antara buku-buku yang menjadi alat peraga postingan ini yang didiskriminasi. Setiap hal pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Semua hal itu wajar dan dapat diterima.
  • Isi dari blog post ini hanyalah pendapat, kita semua bisa berpendapat! Go Blogging!
  • Support penulis dan penerbit dengan membeli buku aslinya. Mereka bekerja keras dan kita sebagai penikmat patut bersyukur atas karya mereka.
  • Untuk desain grafis yang tidak merepotkan, kamu bisa main di Canva. Ada juga postinganku tentang Canva di RandomStuff – Saya dan Kamu yang Amatir Kini Bisa Desain Grafis!

 

RandomStuff – Saya dan Kamu yang Amatir Kini Bisa Desain Grafis!

jangan-tunjukkan-keburukan-yang-kamu-miliki-dengan-mentah-poleslah-keburukan-itu-agar-menjadi-keburukan-yang-layak-untuk-ditampilkan-andi-fitrah-insaan

Mengutip dari Wikipedia, “Desain grafis atau rancang grafis adalah proses komunikasi menggunakan elemen visual, seperti tulisan, bentuk, dan gambar yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi akan suatu pesan yang disampaikan. Bidang ini melibatkan proses komunikasi visual.” Membaca itu saya pun menganga tidak paham.

Yang saya mengerti atau yang saya kira diri saya mengerti tentang desain grafis adalah proses mencipta suatu karya visual yang melibatkan aplikasi ini dan itu dan sebagainya sehingga ada hasil bisa dilihat. Plakk!!!

Yahh… Marilah kita move on dari pengertian desain grafis dan mari samakan persepsi bahwa disain grafis yang kita maksud pada postingan blog ini adalah desain grafis yang ‘itu’. itunya terserah.

Hadirin sekalian yang kami hormati, saya perkenalkan, sebuah website ajaib, yang simple, yang sederhana, yang tidak rumit, untuk membuat sebuah ‘itu’…

canva

Kunjungi website nya di sini >>>>> Canva

Canva ini menyediakan aplikasi untuk mencipta desain. Saya pribadi sebagai seorang pelajar dulunya sangat takut ketika dihadapkan dengan tugas untuk membuat presentasi power point. Setelah bergabung dengan canva, membuat presentasi menjadi hal yang menyenangkan!

Beberapa hasil olahan Canva :

1.Slide Power Point Presentasi kimia.

3

2.Sampul Cerita Wattpad

starfall

3. Tugas Bahasa Indonesia membuat iklan.

clash-burger1

Semua karena Canva!!!

Website ini benar-benar direkomendasikan untuk saya dan kamu yang amatir. Semua dapat disesuaikan dengan keinginan kita.

Mengenai hasilnya yah tergantung kreativitas masing-masing pengguna. Jadi, jangan biarkan karya saya yang mungkin kurang menarik mengurungkan niat pembaca untuk menggunakan Canva. Please don’t. Karena pada awalnya semua orang adalah amatiran (kecuali memang bakat), waktu dan pengalamanlah yang akan membuatmu menjadi seorang pro.

Satu lagi hal yang luar biasa dari Canva yaitu GRATIS. satu kata GRATIS dapat membuat apapun menjadi yang terbaik. Walaupun ada konten yang berbayar seperti gambar, icon, dll, semua bisa tertutupi dengan meng-upload gambar sendiri. So, what do you think about it?

Mengenai kekurangannya, Kamu harus online untuk menggunakan Canva ini. Solusinya, lupakan saja kekurangannya dan fokus pada kelebihan yang ditawarkan website ini. Kita umpamakan Canva adalah oasis di tengah gurun. Dunia desain grafis adalah gurun pasir yang mengerikan, dan online adalah jalan yang harus di tempuh untuk mencapai oasis itu.

Bayangkan dirimu adalah seorang musafir yang kehausan di padang pasir (tidak mampu desain grafis), di depan sana ada oasis yang menyediakan air yang melimpah (desain grafis dengan canva), maka kamu akan berusaha untuk mencapai oasis itu walaupun rintangan dan halangan di depan mata (dalam kasus kita rintangannya adalah online). Tentu saja kamu akan melewati rintangan itu untuk kehidupan yang lebih baik di oasis.

Sama dengan untuk bisa menciptakan suatu karya dengan mudah, kamu harus rela online.

Untuk selengkapnya mungkin saya akan membuat post tutorial penggunnan Canva. Walaupun sederhana setidaknya postingan itu akan menambah angka pada penghitung jumlah blog post saya.

Pada akhirnya, saya ingin mengajak pembaca sekalian untuk menengok gambar paling atas dari postingan ini. Di situ terdapat kata-kata pribadi dari penulis.

“Jangan tunjukkan keburukan yang kamu miliki dengan mentah, poleslah keburukan itu agar jadi keburukan yang elegan untuk ditampilkan.”

Penulis tidak mengajak pembaca untuk melakukan keburukan, karena yang namanya keburukan sudah pasti buruk, terlepas dari pengertian masing-masing individu tentang hal yang baik dan buruk.

Untuk memahami esensinya, perhatikan representasi berikut ini :

keburukan melambangkan ketidakmampuan kita terhadap desain grafis. Polesan melambangkan aplikasi Canva yang bisa membantu Anda, Keburukan yang dipoles melambangkan Anda yang tidak bisa desain grafis tetapi menghasilkan karya desain grafis.

Walaupun kita tidak tahu desain grafis, setidaknya kita akan terlihat tahu karena adanya aplikasi Canva ini, jadilah kita terlihat elegan padahal sebenarnya tidak.

Jadi, Aplikasi apa saja yang sering kalian gunakan jika berkutat dengan masalah desain grafis? Apa pembaca sekalian tahu aplikasi lain yang sejenis dengan canva? Bagikan pengalaman Anda pada kolom komentarnya yah…

 

 

Feeling – Ketika Dunia yang Dulu Saya Bangun Akhirnya Runtuh, Marvel : Avengers Alliance Ditutup

marvel-avengers-alliance

CURHAT ALERT!!! Konten ini mengandung curahan hati yang bersifat personal menyangkut perasaan penulis tentang game online!

Banyak cara yang bisa dilakukan orang untuk menghibur dirinya. Salah satunya adalah dengan bermain game. Menurut saya, game adalah media hiburan yang sangat amat menyenangkan. sangat amat.

Saya menganggap bermain game adalah sebuah pengalaman berharga. Mendalami perasaan dengan karakter-karakter yang ada dalam game, menjalani petualangan bersama, dan utamanya mengetahui lebih banyak kosakata Bahasa Inggris dari permainan yang menggunakan bahasa itu.

Marvel : Avengers Alliance

Permainan ini memiliki kenangan yang begitu berarti bagi saya. Masa SMP adalah awal saya mengenal kejamnya dunia. Pertama kali dihadapkan dengan sadisnya kenyataan dan menyadari bahwa tidak semua orang di bumi ini baik. Game ini menemani saya melewati semua itu, dari indahnya mengkhayal, pertama kali dihianati oleh orang yang dipercayai, kesedihan karena masalah sekolah, sampai luka yang sekarang masih belum sembuh. (Cieee.. Ada yang dendam.) Game ini menemani saya melewati manis, pahit, dan pedasnya kehidupan SMP.

Karena pengetahuan dan analisis mendalam tentang game ini, beberapa teman sering bertanya kepada saya tentang game ataupun karakter Marvel pada umumnya. Setidaknya pada waktu itu saya memiliki identitas yang unik. Sebagai orang aneh yang sangat amat gemar game, dan menghafal seluruh nama tokoh superhero Marvel dan kisah setiap tokoh walaupun tidak pernah membaca komiknya. Semua karena game ini.

Tak terasa, waktu berlalu. Seiring dengan berlalunya waktu itu saya mulai mengeksplorasi banyak hal, terlalu banyak hal yang ingin diketahui dan sedikit waktu yang dimiliki. Ditambah jaringan internet yang selalu buruk menyebabkan game Marvel : Avengers Alliance hilang dari daftar kegiatan rutin saya. Saya pun berhenti memainkan game ini dan fokus mengenali dunia sebagai remaja.

Hingga pada suatu waktu, pada bulan September 2016, saya melihat tautan yang di share seorang teman Facebook.

avengers-alliance

Sebuah postingan yang dibuat oleh admin fan page game itu. Yang artinya.

“Setelah 30 September 2016, Marvel : Avengers Alliance tidak akan lagi tersedia di Facebook atau aplikasi telepon. Menghentikan game yang memiliki penggemar yang berdidikasi dan luar biasa merupakan sebuah keputusan yang tidak mudah tetapi kami ingin berterima kasih atas kesetiaan, gairah, dan komitmen Anda untuk game ini, dst…” (Maafkan terjemahan saya yang masih kasar)

Melihat itu saya pun terkejut. Bisa-bisanya sebuah permainan yang mengusung tokoh-tokoh komik terkenal akan ditutup? Dalam pikiran saya, game ini akan terus berjaya selama Marvel masih menguasai pasar hiburan internasional. Tetapi kenyataan menghantam saya dengan keras. Ini nyata. Ini akan terjadi.

Walaupun saya bukan lagi seorang pemain aktif, tetapi tetap saja game ini memiliki kenangan yang maknanya tidak sepele bagi saya. Seorang anak yang tumbuh menjadi remaja ditemani game ini dalam menghadapi kerasnya dunia.

Setelah itu, saya memutuskan untuk kembali memainkan game ini. Saya ingin menemani game ini pada hari-hari terakhir sebelum akhirnya dihilangkan.

notifikasi-penutupan

Saat log in, saya disambut oleh Iron Man. Pria besi itu membawakan pemberitahuan penutupan game ini. Iron Man adalah hero pertama yang didapatkan setiap pemain, tentu saja pengalaman pertama bermain game ini dinikmati bersama Iron Man. Jadi, saya rasa sudah sepantasnya Iron Man yang mengucapkan selamat tinggal. Sebagai yang pertama dikenal, dan yang bersama pemain pada akhir hayat.

Kemudian saya melihat semua heroes yang telah saya rekrut untuk bergabung dalam tim mengalahkan penjahat bersama Agent Fitrah. Betapa banyak kenangan bersama mereka, betapa senang dan lompat-lompatnya saya ketika satu per satu dari mereka masuk dalam tim.

Game ini adalah ekstasi bagi saya pada waktu itu. Tidak terbayang semuanya akan berakhir pada 30 September nanti.

command-point-bertambah

Seakan memberi ucapan selamat tinggal, game ini memberi saya hadiah 90 command points (Mata uang yang digunakan untuk merekrut heroes). Command points saya bertambah menjadi 127. Saya memiliki 89 gold dan 2.738.558 silver serta 6.264 S.H.I.E.L.D points. Pencapaian yang saya anggap luar biasa bagi anak remaja awal belasan yang bermain gratis.

Tak lupa, saya ingin mengabadikan semua heroes yang telah bergabung di Team Fitrah. Inilah mereka! Ditambah Iceman dan Wasp yang baru saya rekrut dengan command points dan gold yang tersisa.

wasp-recruited

Begitulah kehidupan. Orang dan hal lainnya bisa datang dan pergi tanpa diduga. Tetapi hidup harus terus berjalan. Kehadiran game ini dalam hidup saya merupakan anugerah dan nikmat yang berlimpah. Maafkanlah seorang Andi Fitrah Insaan yang hanya bisa bermain dengan gratis. Terima kasih yang sebesar-besarnya kuucapkan atas kehadiranmu dalam hidupku. Walaupun berakhir, game ini tak akan terlupakan, setidaknya oleh saya.

Sumber Gambar :

– Hasil capture dari fan page Marvel Avengers Alliance dan game Marvel : Avengers Alliance . check here

Jadi, kalian juga punya permainan favorit yang memiliki makna mendalam bagi pribadi? Tell me on the comment below!!! We’ll discuss them…

StudentLife – Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 4 Watampone 2016/2017

Surat SuaraPemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSISSMAN 4 Watampone 2016_2017

Well, “Segala sesuatu yang bermula pasti akan berakhir.” Salah satu kalimat klise yang sering terucap menjelang perpisahan atau hal-hal sejenisnya. “Ada pertemuan, ada perpisahan.” Tak ketinggalan juga kalimat itu akan terucap.

Selasa, 30 Agustus 2016 sekolah saya mengadakan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS, yang berarti pengurus OSIS yang lama akan bergeser setelah pengurus OSIS baru dilantik. Saya merasakan mixed feeling (baca : perasaan campur aduk) dalam hal ini, antara senang dan sedikit sedih. Senangnya karena saya akan punya banyak waktu untuk istirahat dan fokus belajar (maklum, sudah kelas XII. Waktunya untuk banyak belajar). Sedihnya karena masa-masa penuh petualangan di waktu SMA ku akan berakhir.

Tetapi, senangnya lebih menguasai dimensi perasaan saya sehingga mixed feeling itu berubah menjadi blended feeling (Istilah yang terpikir dalam kepala saya untuk menyatakan perasaan senang yang benar-benar larut sehingga seperti diblender).Sudahlah dengan basa-basinya.

Sebagai sekretaris, saya diberi tugas untuk membuat surat suara. Hasilnya seperti gambar di atas. Maafkanlah kalau jelek.

Kembali pada inti cerita, Pemilihan ketos waketos tahun ini mempertemukan Andi Adi Anugrah dan Muhammad Hafdal H. sebagai kandidat 01 dengan Rivaldi Fitrah Dwi Syawal dan Muhammad Afdal sebagai kandidat 02.

Kedua pasang adalah bakal calon yang telah lulus ‘Fit and Proper Test’ ( bisa dibaca tes kesesuaian dan kelayakan). Keduanya menyajikan visi dan misi yang menggiurkan. Keduanya berani tampil dan memajukan diri sendiri di depan umum. Keduanya telah bekerja pada bidang masing-masing dengan baik ketika kelas X.

StudentLife – Aktualisasi Diri dalam Kegiatan Organisasi

Mengikuti aturan ‘ada acara ada foto’, saya pun mengajak kedua kandidat untuk berfoto bersama.

14171821_1074452562608558_2004684976_n

Perkenalkan Andi Fitrah Insaan, yang paling pendek di antara 5 orang yang berfoto. Gantungan ID Card warna kuning menandakan angkatan saya yang sekarang kelas XII, Gantungan merah untuk mereka yang kelas XI.

Ringkasnya, setiap orang yang memiliki hak pilih menyuarakan pilihannya (baca : coblos) dengan tertib. Lebih ringkas, suara dihitung, dan terpilihlah sang pemenang.

14159867_1074452612608553_1524836760_n

‘Ada acara ada foto’. Saya berfoto lagi dengan Rivaldi dan Afdal. Selamat untuk kandidat 02 yang terpilih sebagai ketua dan wakil ketua OSIS SMAN 4 Watampone periode 2015/2016. Semoga bisa bekerja setulus hati untuk SMAPAT yang jaya!

Untuk A.Adi dan Hafdal, semoga tetap semangat dan bekerja dalam kepengurusan OSIS tahun ini. Semoga kalian membangun tim yang solid (solit bisa berarti padat) dan bekerja setulus hati untuk SMAPAT yang jaya!

Personal Note : Sepertinya ada yang kurang dari cara saya memandu pembaca dalam postingan ini. Semoga untuk ke depannya bisa menjadi blogger yang andal dan passionate (baca : bergairah, asyik) untuk menulis apapun.

Thanks to : Rivaldi Fitrah Dwi Syawal, Muh. Afdal, Muh Hafdal, dan A.Adi Anugrah yang bersedia difoto. Hihihihi…

 

StudentLife – Aktualisasi Diri dalam Kegiatan Organisasi

14101985_1071049966282151_923088580_n(1)

Pada hari ini, Sabtu, 27 Agustus 2016, sekolah saya mengadakan ‘Fit and Proper Test’ untuk menguji bakal calon ketua dan wakil ketua OSIS, yang berarti masa kepengurusan yang saya jalani bersama teman-teman akan berakhir. Selanjutnya akan kami serahkan kepada penerus yang akan melanjutkan ‘petualangan’ organisasi ini.

Harus saya akui, sebelum saya berorganisasi saya adalah seorang pemalu. Namun, berkat organisasi saya menjadi seorang pemalu yang berorganisasi. Kurang lebih seperti itu. Banyak pengalaman pribadi yang saya dapatkan selama masa kepengurusan. Seperti dihadapkan dengan berbagai situasi dan kondisi, kadang juga sial, bertemu orang-orang hebat, dan belajar dari karakter buruk orang lainnya.

Saya mencoba membayangkan apa jadinya saya jika tidak berorganisasi. Dengan dasar pribadi yang pemalu dan kecenderungan untuk sendirian (introvert), saya akan menjadi orang yang terkekang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman dan tidak akan mengalami ‘Character Development’.

Dalam setiap hal yang kita kerjakan, tentu saja masalah akan datang. Itu adalah hal yang wajar. Justru, dengan dihadapkan berbagai masalah dan berpengalaman dalam mengatasinya, kita bisa menjadi lebih dewasa, berpikir yang rasional, mengontrol emosi, dan belajar bekerja secara profesional. Selalu ada pengalaman dan pembelajaran dalam setiap hal yang baik maupun yang buruk.

Mengenai kepribadian yang introvert, organisasi tak akan mampu mengubah hal tersebut. Karena hal itu adalah identitas, karakteristik, dan jiwa saya. Hanya, berorganisasi membina agar seorang pemalu seperti saya tidak menjadi orang terbelakang. Sehingga siapapun bisa dibina, dilatih, dan diasah kemampuannya untuk bisa menyuarakan aspirasi, menyatakan pendapat, melatih kemampuan sosial, belajar dari pengalaman, dan bekerja dengan profesional.

Organisasi menyediakan wadah untuk itu semua, namun untuk mengambil hikmahnya itu tergantung dari setiap orang yang menjalani. Materi yang diberikan hanya sebagai pengantar, bukan pelajaran yang sesungguhnya (pendapat pribadi). Melainkan, pembinaan diri kita bisa dirasakan dari penerapan dalam kehidupan sehari-hari terhadap hal yang kita lalui dalam berorganisasi.

Contohnya :

  • Ketika dipercaya untuk melakukan tugas tertentu, kita akan belajar tanggung jawab, kecapakapan dalam bekerja, kedisiplinan, dll.
  • Ketika dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang datang silih berganti, kita bisa belajar bagaimana menghadapi masalah tersebut, kita terlatih dalam mengatasi berbagai situasi dan kondisi.
  • Dengan berorganisasi, kita akan bertemu banyak orang dengan berbagai macam karakter. Sebisanya meneladani sifat-sifat terpuji dan menghindari sifat-sifat yang tercela. 1 orang bisa memberi banyak cerita untuk kita simak dan ambil hikmahnya.
  • Belajar toleransi dan kesabaran dari segala cobaan yang dilalui, serta masih banyak lagi yang bisa kita dapatkan.

Namun, kembali lagi saya ingin menekankan hal-hal tersebut sangat bergantung kepada orang yang menjalaninya. Kita tidak akan mendapat manfaat yang maksimal apabila menjalani sesuatu dengan setengah hati.

Menurut saya, yang paling berbahaya adalah ketika seseorang hanya memanfaatkan organisasi untuk sekedar bergaya dan mencari wajah seakan dia tidak punya wajah. Mengapa? Jika tujuan berorganisasi seperti itu, maka hanya tujuan pribadinya yang ingin dicapai, dengan kerja nol dan mendapat banyak wajah untuk dia tempelkan di mukanya. Semoga saja tidak ada pengurus OSIS SMA Negeri 4 Watampone yang seperti itu. Karena jika begitu, manfaat yang didapatkan hanya sekedar yang diniatkan, tidak meresapi makna berorganisasi yang sesungguhnya.

Kembali membahas tentang manfaat organisasi, khususnya yang saya alami secara personal sekaligus berbagi pengalaman kepada pembaca.  Diketahui bahwa seorang Andi Fitrah Insaan adalah seorang pemalu tingkat tinggi. Dengan berorganisasi, saya bisa mengalami self-discovery (baca : penemuan jati diri) karena saya menemukan bahwa jika berbicara tentang hal-hal yang saya gemari atau yang berada dalam lingkup pengetahuan saya, diri ini sama tidak malunya dengan orang-orang lain. Saya akan berbicara panjang lebar tentang hal yang menyangkut minat dan pengetahuan saya.

Pada hari ini, saya membuktikan setidaknya pada diri sendiri bahwa orang pemalu tidak boleh terbelakang. Dalam kegiatan ‘Fit and Proper Test’ yang saya bicarakan di awal teks ini, saya berkesempatan menjadi moderator dalam kegiatan tersebut. Mengarahkan jalannya sesi tanya jawab antara tim penguji dan bakal calon serta tampil di depan umum. Sehingga aktualisasi diri benar-benar terwujud. Saya menjadi seorang yang benar-benar saya. Saya menjadi diri  sesungguhnya dengan kesempatan yang diberikan.

Saya membuat teks ini dengan tujuan untuk memberi motivasi kepada siapapun yang membacanya. Teks ini mengandung pendapat berdasarkan hal-hal yang saya alami selama berorganisasi. Oleh karena itu, pembaca bisa mengambil hikmah dan menutup mata terhadap hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan kepribadian pembaca.

Saya ingin menandai poin penting yang saya rasa perlu diingat.

Bukan organisasi yang membentuk karakter kita, tetapi berorganisasi. Apalah gunanya hanya terdaftar sebagai anggota organisasi tapi tidak meresapi seluruh makna dan menjalani prosesnya? Karena proses yang membentuk dan hasil didapat belakangan.

Sekian dari saya untuk tulisan ini, Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca.

Thanks to : Andi Tenri Ola yang saya suruh memotret.